Ada Pocong di Kuburan – bukan cerita seram
Ngomong-ngomong tentang pocong saya jadi ingat pas jaman saya nyantri di pesantren di Jombang, kebetulan di depan asrama kami sekitar 200 meter ada kompleks makam. Antara makam dan asrama kami hanya dipisahkan sebuah lapangan bola. Di makam tersebut ada banyak pohon mangga yang besar. Saking besarnya jadi kalo siang, makam terlihat selalu rindang (tapi tetep serem). Kalo pagi, makam itu dilewati anak-anak yang mau berangkat sekolah. Berarti kalo pagi pasti rame ada anak-anak lewat. Begitu juga kalo siang, anak-anak pulang sekolah. Kalo sore, yang rame hanya lapangan di depan makam tersebut. Nah kalo malam, itu baru sepi.
Di awal tahun ajaran baru, pas ada orientasi (disini namanya Masa Ta’aruf, sama dengan OSPEK), ada acara yang namanya JERIT MALAM (malam-malam menjerit, hahahaha).
Jadi begini acaranya, semua orang dikelompokkan menjadi beberapa kelompok kecil yang jumlahnya antara 5-6. Kelompok-kelompok kecil itu lalu harus melalui pos-pos yang disediakan panitia . Semua pos-pos tersebut harus dilewati oleh masing-masing kelompok. Dan hebatnya, salah satu pos ada di makam depan asrama kami. Tempatnya pas di tempat penyimpanan keranda jenazah.
Saya dan dua orang temen saya menawarkan tempat di pos makam tersebut (nggak tahu kenapa saya kok menawarkan di tempat yang se-ekstrim itu). Satu jam-dua jam kami bertiga menunggu di makam, tapi ternyata tak ada yang lewat. “Ah, daripada kita nunggu disini tapi gak ada yang lewat, mending kita pindah aja” kata temen saya. Kita sih oke-oke aja pindah dari pos makam.
Eh, pas jalan keluar dari makam ada putih putih lewat. Saya kira pocong tapi kok jalannya gak loncat-loncat. si Pocong malah jalan dan tiba tiba lari mendekat ke kami bertiga. Eh tiba-tiba si pocong terus nanya, “Arep nang ndi rek?? Ngalih ta” (Mau kemana bro?? pindah ta??). Eh ternyata itu teman saya. Saya sampe pangling soalnya dandanannya mirip sama yang ada di pilemnya Susanna. Hahaha.
Selesai acara yang ditutup pake api unggun, temen saya si pocong tadi marah-marah. Katanya tadi ada anak baru yang dia takuti tapi ndak malah lari, anak baru tadi malah mendekat sambil tutup mata terus nonjok si pocong alias temen saya.
Ckckckck. si Pocong kok ndak malah menghindar tho…….. Hahahahaha
Dapat uang dari PTC
PTC (Paid To Click) adalah cara mendapatkan uang di internet. Kita dibayar untuk setiap mengklik iklan sekali dalam waktu 24 jam. Bisnis ini yang paling mudah, populer dan banyak keuntungan. Kita nggak perlu punya website untuk memulainya. Tinggal klik-klik aja tiap hari.
Sebuah Pengabdian Abdi Dalem
Menambahi tulisan Pak David tentang Abdi Dalem Keraton.
Lalu pertanyaannya bagaimana kok mereka mau jadi abdi dalem ?
Satu pertanyaan yang sulit bagi saya untuk menjawab YA. Tapi faktanya yang mencengangkan ternyata mereka yang mau jadi abdi dalempun sampai harus ngantri puluhan jumlahnya. Sedangkan jadi abdi dalem itu tidak ada pensiunnya. Apa jawaban mereka yang mau ? Karena mereka menganggap jadi abdi dalem itu sebagai pengabdian kepada Sultan dan Kraton Jogja. Dan juga untuk “ngalap berkah” (mengharap berkah). Dan percaya atau tidak menurut mereka berkah itu benar-benar mereka terima/dapat. Kenyataannya mereka semua juga punya anak dan bisa bersekolah. Tapi memang mereka ga cuma duduk diam nganggur, mereka semua punya pekerjaan sampingan. Di film itu prajurit dengan anak satu, nyambi sebagai penjual dawet. Katanya sebelumnya menjadi prajurit pendapatannya rata-rata Rp.11,000 per hari, tapi sejak menjadi prajurit meningkat bisa Rp.17 – 20,000 per hari.
juga berita di Batampos
Sering ketika lowongan menjadi abdi dalem dibuka, banyak yang mendaftar. ’’Tapi, sekali dua kali datang, terus tidak kuat. Memang modalnya itu di sini,’’ kata Lurah Yudo sambil memegang dadanya.
Dia mencontohkan, sehari-hari dengan lima anak dan istri, setidaknya butuh lebih dari satu kilogram beras untuk makan. Namun, di keluarganya cukup setengah kilogram saja. ’’Setiap ada acara resmi keraton, saya dapat beras sejempol. Nah, dua atau tiga butir beras itu saya campurkan di ketel (tempat menanak nasi tradisional). Nasinya jadi lemes, dan anak-anak juga bisa kenyang tanpa harus banyak nasi. Ya memang secara akal sukar dinalar. Tapi, saya mengalaminya langsung,’’ tegasnya
Di dunia ini, tidak semua hal dapat terbeli dengan uang. Lihat saja gaji para abdi dalem tersebut?? Kalo yang mereka cari hanya uang, mana mau mereka jadi abdi dalem yang gajinya “tidak lebih” dari Rp100.000 perbulan. Keikhlasan dan pengorbanan mereka patut diacungi jempol.
Bagi sebagian orang mungkin yang melihat pengabdian yang mereka lakukan adalah sia-sia.
Lihat para pahlawan negeri ini dulu mengabdikan dirinya untuk bangsa bahkan dengan mengorbankan nyawanya. Tapi apa yang mereka dapat?? mereka tak dapat uang ratusan juta rupiah, bahkan sepeserpun tak dapat. Tapi mereka dapat apa yang lebih berharga nilainya daripada uang.
Lihat pengabdian para kyai-kyai, ustad-ustad, guru-guru, dosen-dosen. Mereka mengabdikan dirinya untuk mendidik bangsa agar menjadi cerdas. Lihat para pemimpin negeri ini, mereka mengabdikan dirinya agar negeri ini menjadi makmur dan sejahtera (siapa ya??). Pengabdian bisa kita temukan dimana saja.
Semua pekerjaan jika berasal dari niat tulus didalam hati untuk mengabdi maka sebenarnya mereka mendapat hal yang lebih dari sekedar gaji yang mereka terima tiap bulan.
Bagi saya, melihat pengabdian yang semacam ini membuat saya lebih “adem” (tenang), lega, nyaman dan terlupa sejenak dari persaingan dan ambisi di kota yang menggebu-gebu dalam mencari materi.
Mengkaji Al Qur’an
Setiap kali kami silaturahim ke guru saya di Darul ‘Ulum, Jombang, KH Cholil Dahlan selalu berkata
Le, Al Qur’ane diwoco opo ga?
(Nak, Al Qur’annya dibaca apa tidak??)
Berkali-kali saya silaturahim ke beliau, pesan beliau tetap seperti itu saja. Malah berkata gini
Aku gak meseni opo-opo kecuali al-qur’an wae diwoco song ajeg, sing istiqomah. Ba’da sholat diwoco, insya allah barokah.
(Saya tidak berpesan apa-apa kecuali kalian harus membaca al qur’an dengan istiqomah. Setiap selesai sholat dibaca, insya allah membawa berkah)
Al Qur’an memang wajib “dipegang” oleh orang muslim. Mengamalkannya termasuk rukun iman. Membacanya termasuk ibadah.
Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”. (wikipedia)
Al Qur’an berisi tentang ajaran hidup, tuntunan muamalah, fiqih, aqidah, sejarah, dan lain sebagainya. Semuanya ada dalam Al Quran. Al Qur’an harus ditafsirkan dengan baik secara tekstual maupun kontekstual agar tidak ada deviasi dalam memahaminya. Disinilah perbedaan antara menerjemahkan dan menafsirkan.
Siapakah Pocong sebenarnya
Apakah kita hidup sendiri di dunia ini?? Tidak, benar-benar tidak. (Annas:6). Setidaknya ada dua golongan makhluk hidup yang diciptakan Allah.
- Manusia
- Jin
Manusia diciptakan dari tanah (Al An’am:2, AlHijr:28). Diciptakan dengan kondisi baik dan proporsional (Nuh:71)
Jin diciptakan dari api (ArRahman:55, AlHijr:27)
Lalu siapakah Pocong?? Kuntilanak?? Tuyul?? dan berbagai bintang pilem horor lainnya.
Serumpun sama dengan Sebudaya ???
Mungkin ada orang Jepara yang jaman dulu pergi ke Malaysia kemudian beranak-pinak. Kita tidak bisa melarang orang Jepara (yang lama tinggal di Malaysia) untuk meninggalkan budaya asli ke-Jepara-annya.
Mungkin ada orang Surabaya yang sekolah di Malaysia kemudian beranak pinak bersama orang Jepara. Kita tidak bisa melarang orang Surabaya (yang lama tinggal di Malaysia) untuk meninggalkan budaya asli ke-Surabaya-annya.
Kata orang kita serumpun, mungkin ada beberapa budaya mereka yang ada di Indonesia dan PASTI ada beberapa budaya Indonesia ada di Malaysia. Pada jaman Majapahit dulu, wilayah kekuasaan kerajaan hingga ke wilayah Semenanjung Malaka.
Mungkin karena saking bagusnya content budaya kita, mereka jadi latah lalu merasa memiliki lalu mengklaim menjadi milik mereka.
Ckckckck. Pola pikir preman.
*Maaf buat bang preman, namamu kusebut*
Saya Kembali
(Menarik nafas dalam-dalam)
Hahahaha. Akhirnya TA saya selesai juga. Saya sekarang kembali ke Blog saya lagi.
Terima kasih buat sodara, teman, penggemar dan semuanya yang telah setia menunggu saya. Saya mengucapkan Terima Kasih sebanyak-banyaknya.
Tunggu postingan saya selanjutnya. Hahahahaha
Hiatus
Assalamu’alaikum
Saya hiatus dulu. Sedang ngerjakan TA nih. Hahaha
Saya berhenti memberi ketika saya merasa berhenti dihargai
Wah…
Wajar saja sih ungkapan diatas. Semua orang kan butuh apresiasi. Apresiasi yang nggak melulu dalam bentuk materi tapi juga dalam bentuk non-materi.
Sekarang pertanyaannya adalah
Take and Give atau Give and Take ??
………………………………
Pergi ke Venus
Wanita adalah makhluk yang paling susah dipahami. Segala tingkah lakunya sangat menawan, tapi juga sangat sulit diprediksi.
So venus, please wait for me ………
Men are from Mars, Women are from Venus (John Gray)













Recent Comments