Penjual Pecel diusir dari Stasiun Madiun

SEBELUMNYA

PECEL adalah makanan khas Madiun, penumpang Kereta bisa mencicipi makanan yang jadi TRADEMARK Kota Madiun.

Biasanya ketika saya bepergian dari surabaya ke jakarta lewat jalur selatan, hampir dipastikan saya pasti beli pecel di stasiun Madiun. Saya tidak sendiri karena biasanya juga banyak penumpang lain yang juga beli dari para pedagang pecel di stasiun.

Lihat saja orang lain lain juga mencicipi pecel di stasiun madiun

  1. http://milisdad.blogspot.com/2013/12/pecel-di-stasiun-madiun.html
  2. http://akhalisa.wordpress.com/2013/09/10/kuliner-madiun-pecel-madiun-di-stasiun-madiun/
  3. http://www.berbaginesia.com/2013/04/kuliner-pecel-madiun-kuliner-murah.html
  4. http://www.jpnn.com/read/2014/02/14/216596/Ke-Jakarta-Naik-KA,-Dahlan-Iskan-Borong-Pecel-Kesayangan-
  5. http://bumbupecel.com/nasi-pecel/nasi-pecel-di-stasiun-madiun-menu-masakan-yang-mudah-untuk-sarapan/
  6. http://tajuk.co/news/pecel-madiun-santapan-lezat-sedap-dan-nikmat

kata mereka

Tak heran jika penumpang kereta api akan berebut ke pintu kereta saat berhenti di Stasiun Madiun. Mereka mengantre membeli nasi pecel Madiun yang dibungkus daun pisang lengkap dengan peyek dan sayuran segar

Mengapa Tidak boleh berjualan di stasiun ?

Humas PT KAI Daop VII Madiun Gatut Sutiyatmoko menjelaskan beberapa peraturan dan UU yang menjadi dasar tindakan KAI di stasiun Madiun

  1. PP 72/2009, pasal 124 yang menyebutkan setiap orang dilarang masuk ke dalam peron stasiun, kecuali pertugas dan penumpang yang memiliki tiket
  2. UU Nomor 23 Tahun 2007 pasal 190 ayat C yang mengatur kewenangan PTKAI untuk menertibkan pengguna jasa KA yang tidak sesuai persyaratan.
  3. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimum

Saya pribadi sebagai penumpang merasa kecewa jika mampir di stasiun Madiun tapi tidak bisa mencicipi Pecel :(

Harusnya bagaimana ?

Madiun punya walikota, kemana lagi mereka mengadu selain ke walikota. Sayang pemilihan walikota sudah lewat, jadi ada peluang lagi yaitu para anggota legislatif yang sebagian besar mencalonkan lagi.

Tapi walaupun sudah tidak dalam masa kampanye, seharusnya walikota juga ikut mencari solusi terbaik.

Agar KAI tetap menjalankan peraturan dan para pedagang tetap bisa makan.

Kalo gak pingin pusing mikir rakyat ya jangan jadi pemimpin

 

 

Kehabisan Tiket

Jumat lalu saya merencanakan kepulangan saya dari jakarta menuju madiun menggunakan kereta malam via jalur selatan. Alternatif kereta yang ada adalah : Bangunkarta (GBR-JBG), Gajayana(GBR-MLG), Bima(GBR-SGU).

Namun apadaya saat saya sampai di Gambir, semua tiket tersebut HABISS BISS BIIIIS :(. Saya cek tiket pesawat juga habiss. Lagipula, kalaupun ada tiket pesawat, gak akan ngejar penerbangan karena kondisi lalu lintas dari Gambir ke Soetta (Macet, Hujan, Wiken, Komplit estimasi 2-3 jam sampe soetta).

Jadilah saya menunggu detik-detik terakhir keberangkatan kereta. Berharap ada yang membatalkan tiket yang akhirnya bisa saya beli lagi. TERNYATA harapan tersebut sirna. Bima sdh berangkat, Bangunkarta sdh berangkat, Gajayana juga sudah berangkat. Tapi saya belum dpt tiket :D.

Menggunakan metode TSP akhirnya saya putuskan estafet kereta dan bis. Kebetulan ada kereta yang telat berangkat Argo Sindoro (GBR-SMT) jurusan Gambir-Semarang Tawang. Rencana saya, turun Semarang Tawang, lalu naik bis ke Solo, lalu naik kereta ke Madiun. Semoga lancar.

Saya dapat 3 rekan senasib seperjuangan yang tidak dapat tiket tapi memutuskan naik Argo Sindoro.

  1. Haryono, Orang Pensiunan Pertamina yang akan ke Solo
  2. Dirman, Orang Depok yang punya pondok di Tawangmangu tujuan akhir Solo
  3. Sugeng, Orang kapal yang akan ke BLITAR (tujuan paling jauh)

Saya yang paling muda dan dikira masih kuliah, hahaha. Jiwa muda dan Wajah awet muda. Siip

Perjalanan Gambir – Semarang Tawang

Berangkat jam 19:00. Estimasi tiba di semarang tawang pukul 00:00. TERNYATA, kereta ini molor, telat dan lambat dan akhirnya sampai di semarang tawang pukul 04:00 (telat 4 jam cuy).

argo sindoro telat lambat diganjar mi instan

 

 

 

 

 

 

 

Atas keterlambatan ini, saya dan seluruh penumpang Argo Sindoro diganjar dengan Air Mineral dan Mi Instan – WTF. Bayangkan gimana cara saya makan mi macam gini? harus cari air panas di perjalanan, HARUSNYA tidak terlambat, dan kalaupun terlambat, HARUSNYA diganjar ROTI, jangan mie instan. Menurut keterangan, keterlambatan ini terjadi karena proses pengerjaan double track sehingga harus gantian melintas. Saya sih oke2 aja. Tapi banyak penumpang lain yang kecewa.

Perjalanan Semarang Tawang – Solo Jilid 1

Setelah sampai di stasiun SMT akhirnya saya lanjutkan naik taksi dari stasiun ke banyumanik untuk menghadang bis (nyari bis untuk dinaiki :D). Namun diatas taksi, sopir taksi menawarkan dianter langsung ke Solo, kami setuju.

Perjalanan naik taksi lancar jaya, hingga sampai di boyolali, sebuah musibah terjadi. Apa yang terjadi saudara ?? Ban taksi meletus

ganti ban taksi meletus

Ban sebelah kiri depan robek karena si sopir agak ngawur. Si Sopir mencoba mendahului truk yang berjalan lambat melalui jalan sebelah kiri yang sempit. Taksi turun ke tanah, sedangkan ketinggian antara tanah dengan aspal kira2 10cm dalam kecepatan yang agak lumayan cukup tinggi :D alias kecepatan sedang secara TIBA-TIBA.

Hasil akhirnya ya ban robek sempurna dengan lancar. BAN harus diganti, namun karena berada di tanah yang agak gembur, posisi mobil agak pendek, dan dongkrak yang standar akhirnya si sopir menyerah dan menyarankan ganti tumpangan. Aaaaa apes.

Perjalanan Semarang Tawang – Solo Jilid 2

Perjalanan kami lanjutkan naik BIS

naik bis semarang solo

 

Endingnya saya naik bis juga. :)) Sampailah kami di Terminal Solo Tirtonadi

Perjalanan Solo – Madiun 

Okelah saya mual naik bis, saya memutuskan baik kereta. Pilihan kereta Solo-Madiun yaitu : Madiun Jaya,  Sancaka, SriTanjung, Logawa. Saya pilih naik SriTanjung. Saat ini kereta ekonomi SriTanjung sudah ber-AC, yaitu AC ruangan yang dipaksa dipasang di gerbong kereta. Maksa maksa maksa.

Jadi daripada saya naik sancaka bisnis yang NO AC. Mending saya naik SriTanjung ekonomi yang ber AC. Harganya pun masih lebih murah Sritanjung Ekonomi AC. Saya pesan tiket jurusan Surabaya (walaupun saya turun madiun), karena harga tiket ke surabaya sama dengan ke madiun. Saya rugi kalo saya turun madiun dengan tiket madiun, mending saya beli tiket ke surabaya tapi turun madiun dan meninggalkan kursi kosong hingga surabaya.

Madiun

saya sampai dirumah, dan tergeletak tidur. Haha Hari yang apes.

Pelajaran yang bisa diambil adalah “Tinggalkanlah Keraguan” memang saya sempat ragu naik Argo Sindoro. Kalo ada seperti ini lagi, saya akan beli tiket untuk pulang esok hari lalu balik ke hotel untuk istirahat menunggu esok yang lebih gembira :D.

NB : Perjalanan pak sugeng ke blitar masih panjang, saya sudah dirumah istirahat.

 

Tinggalkanlah hal yang meragukan

(muhammad SAW)

 

 

 

Plat Sakti ??

plat-advokat-wadehelDi jalan-jalan sering saya jumpai kendaraan dengan plat nomor yang ditempel identitas tertentu. Saya tidak tahu apa tujuannya.

Contohnya seperti gambar diatas, saya tidak paham apa tujuannya. Tapi, coba anda bayangkan kalo semua profesi ditulis di plat nomor. Atau malah nulis status di plat nomor.

bayangkan status alay ini dipasang di plat nomor : cwelaluh duimanjahcepanjangharytyadahenti

-_-”

 

 

Kumpulan Tiket Kereta, mau diapain ya ??

Saking seringnya saya naik kereta Arjuna, tidak terasa jumlah tiket yang saya kumpulkan di Surabaya udah banyak. Ini masih belum termasuk yang tertinggal di Madiun.

Tiket Kereta Arjuna

Memang sing beberapa waktu lalu sempat KAI ada promo 10 tiket JARAK JAUH dapat GRATIS tukar 1 tiket JARAK JAUH. Sayang sekali, kereta Arjuna kan JARAK PENDEK. Jadinya gbs ikutan promo itu.

Enaknya diapain ya ?? Keliatannya g ada gunanya -_-”

Monopoli Software pada Buku Pelajaran

Itulah buku yang sudah memaksakan salah satu produk bikinan pabrikan software/OS.

Itulah mengapa masih banyak produk bajakan software tsb di sekitar kita.

Bisa jadi ini memang secara sistemik direncanakan.

Awalnya kita dapatkan GRATIS dan MUDAH, karena menjadi biasa menggunakannya, orang merasa nyaman dan tak mau coba yang lain.

Proyek pemerintah saja (bansos, blockgrant, dll), di juknis jelas2 menyebutkan nama merek tersebut.

Bisa dibayangkan berapa uang kita yang kita keluarkan untuk membeli produk dalam juknis tersebut.

Dan juknis itu berlaku NASIONAL (se-Indonesia Raya).

Ayo dihitung . . . . .

(**seandainya juknis tidak sebut merek software tsb)