Kehabisan Tiket

Jumat lalu saya merencanakan kepulangan saya dari jakarta menuju madiun menggunakan kereta malam via jalur selatan. Alternatif kereta yang ada adalah : Bangunkarta (GBR-JBG), Gajayana(GBR-MLG), Bima(GBR-SGU).

Namun apadaya saat saya sampai di Gambir, semua tiket tersebut HABISS BISS BIIIIS😦. Saya cek tiket pesawat juga habiss. Lagipula, kalaupun ada tiket pesawat, gak akan ngejar penerbangan karena kondisi lalu lintas dari Gambir ke Soetta (Macet, Hujan, Wiken, Komplit estimasi 2-3 jam sampe soetta).

Jadilah saya menunggu detik-detik terakhir keberangkatan kereta. Berharap ada yang membatalkan tiket yang akhirnya bisa saya beli lagi. TERNYATA harapan tersebut sirna. Bima sdh berangkat, Bangunkarta sdh berangkat, Gajayana juga sudah berangkat. Tapi saya belum dpt tiket😀.

Menggunakan metode TSP akhirnya saya putuskan estafet kereta dan bis. Kebetulan ada kereta yang telat berangkat Argo Sindoro (GBR-SMT) jurusan Gambir-Semarang Tawang. Rencana saya, turun Semarang Tawang, lalu naik bis ke Solo, lalu naik kereta ke Madiun. Semoga lancar.

Saya dapat 3 rekan senasib seperjuangan yang tidak dapat tiket tapi memutuskan naik Argo Sindoro.

  1. Haryono, Orang Pensiunan Pertamina yang akan ke Solo
  2. Dirman, Orang Depok yang punya pondok di Tawangmangu tujuan akhir Solo
  3. Sugeng, Orang kapal yang akan ke BLITAR (tujuan paling jauh)

Saya yang paling muda dan dikira masih kuliah, hahaha. Jiwa muda dan Wajah awet muda. Siip

Perjalanan Gambir – Semarang Tawang

Berangkat jam 19:00. Estimasi tiba di semarang tawang pukul 00:00. TERNYATA, kereta ini molor, telat dan lambat dan akhirnya sampai di semarang tawang pukul 04:00 (telat 4 jam cuy).

argo sindoro telat lambat diganjar mi instan

 

 

 

 

 

 

 

Atas keterlambatan ini, saya dan seluruh penumpang Argo Sindoro diganjar dengan Air Mineral dan Mi Instan – WTF. Bayangkan gimana cara saya makan mi macam gini? harus cari air panas di perjalanan, HARUSNYA tidak terlambat, dan kalaupun terlambat, HARUSNYA diganjar ROTI, jangan mie instan. Menurut keterangan, keterlambatan ini terjadi karena proses pengerjaan double track sehingga harus gantian melintas. Saya sih oke2 aja. Tapi banyak penumpang lain yang kecewa.

Perjalanan Semarang Tawang – Solo Jilid 1

Setelah sampai di stasiun SMT akhirnya saya lanjutkan naik taksi dari stasiun ke banyumanik untuk menghadang bis (nyari bis untuk dinaiki :D). Namun diatas taksi, sopir taksi menawarkan dianter langsung ke Solo, kami setuju.

Perjalanan naik taksi lancar jaya, hingga sampai di boyolali, sebuah musibah terjadi. Apa yang terjadi saudara ?? Ban taksi meletus

ganti ban taksi meletus

Ban sebelah kiri depan robek karena si sopir agak ngawur. Si Sopir mencoba mendahului truk yang berjalan lambat melalui jalan sebelah kiri yang sempit. Taksi turun ke tanah, sedangkan ketinggian antara tanah dengan aspal kira2 10cm dalam kecepatan yang agak lumayan cukup tinggi😀 alias kecepatan sedang secara TIBA-TIBA.

Hasil akhirnya ya ban robek sempurna dengan lancar. BAN harus diganti, namun karena berada di tanah yang agak gembur, posisi mobil agak pendek, dan dongkrak yang standar akhirnya si sopir menyerah dan menyarankan ganti tumpangan. Aaaaa apes.

Perjalanan Semarang Tawang – Solo Jilid 2

Perjalanan kami lanjutkan naik BIS

naik bis semarang solo

 

Endingnya saya naik bis juga. :)) Sampailah kami di Terminal Solo Tirtonadi

Perjalanan Solo – Madiun 

Okelah saya mual naik bis, saya memutuskan baik kereta. Pilihan kereta Solo-Madiun yaitu : Madiun Jaya,  Sancaka, SriTanjung, Logawa. Saya pilih naik SriTanjung. Saat ini kereta ekonomi SriTanjung sudah ber-AC, yaitu AC ruangan yang dipaksa dipasang di gerbong kereta. Maksa maksa maksa.

Jadi daripada saya naik sancaka bisnis yang NO AC. Mending saya naik SriTanjung ekonomi yang ber AC. Harganya pun masih lebih murah Sritanjung Ekonomi AC. Saya pesan tiket jurusan Surabaya (walaupun saya turun madiun), karena harga tiket ke surabaya sama dengan ke madiun. Saya rugi kalo saya turun madiun dengan tiket madiun, mending saya beli tiket ke surabaya tapi turun madiun dan meninggalkan kursi kosong hingga surabaya.

Madiun

saya sampai dirumah, dan tergeletak tidur. Haha Hari yang apes.

Pelajaran yang bisa diambil adalah “Tinggalkanlah Keraguan” memang saya sempat ragu naik Argo Sindoro. Kalo ada seperti ini lagi, saya akan beli tiket untuk pulang esok hari lalu balik ke hotel untuk istirahat menunggu esok yang lebih gembira😀.

NB : Perjalanan pak sugeng ke blitar masih panjang, saya sudah dirumah istirahat.

 

Tinggalkanlah hal yang meragukan

(muhammad SAW)

 

 

 

Mau Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s