Kehabisan Tiket

Jumat lalu saya merencanakan kepulangan saya dari jakarta menuju madiun menggunakan kereta malam via jalur selatan. Alternatif kereta yang ada adalah : Bangunkarta (GBR-JBG), Gajayana(GBR-MLG), Bima(GBR-SGU).

Namun apadaya saat saya sampai di Gambir, semua tiket tersebut HABISS BISS BIIIIS :(. Saya cek tiket pesawat juga habiss. Lagipula, kalaupun ada tiket pesawat, gak akan ngejar penerbangan karena kondisi lalu lintas dari Gambir ke Soetta (Macet, Hujan, Wiken, Komplit estimasi 2-3 jam sampe soetta).

Jadilah saya menunggu detik-detik terakhir keberangkatan kereta. Berharap ada yang membatalkan tiket yang akhirnya bisa saya beli lagi. TERNYATA harapan tersebut sirna. Bima sdh berangkat, Bangunkarta sdh berangkat, Gajayana juga sudah berangkat. Tapi saya belum dpt tiket :D.

Menggunakan metode TSP akhirnya saya putuskan estafet kereta dan bis. Kebetulan ada kereta yang telat berangkat Argo Sindoro (GBR-SMT) jurusan Gambir-Semarang Tawang. Rencana saya, turun Semarang Tawang, lalu naik bis ke Solo, lalu naik kereta ke Madiun. Semoga lancar.

Saya dapat 3 rekan senasib seperjuangan yang tidak dapat tiket tapi memutuskan naik Argo Sindoro.

  1. Haryono, Orang Pensiunan Pertamina yang akan ke Solo
  2. Dirman, Orang Depok yang punya pondok di Tawangmangu tujuan akhir Solo
  3. Sugeng, Orang kapal yang akan ke BLITAR (tujuan paling jauh)

Saya yang paling muda dan dikira masih kuliah, hahaha. Jiwa muda dan Wajah awet muda. Siip

Perjalanan Gambir – Semarang Tawang

Berangkat jam 19:00. Estimasi tiba di semarang tawang pukul 00:00. TERNYATA, kereta ini molor, telat dan lambat dan akhirnya sampai di semarang tawang pukul 04:00 (telat 4 jam cuy).

argo sindoro telat lambat diganjar mi instan

 

 

 

 

 

 

 

Atas keterlambatan ini, saya dan seluruh penumpang Argo Sindoro diganjar dengan Air Mineral dan Mi Instan – WTF. Bayangkan gimana cara saya makan mi macam gini? harus cari air panas di perjalanan, HARUSNYA tidak terlambat, dan kalaupun terlambat, HARUSNYA diganjar ROTI, jangan mie instan. Menurut keterangan, keterlambatan ini terjadi karena proses pengerjaan double track sehingga harus gantian melintas. Saya sih oke2 aja. Tapi banyak penumpang lain yang kecewa.

Perjalanan Semarang Tawang – Solo Jilid 1

Setelah sampai di stasiun SMT akhirnya saya lanjutkan naik taksi dari stasiun ke banyumanik untuk menghadang bis (nyari bis untuk dinaiki :D). Namun diatas taksi, sopir taksi menawarkan dianter langsung ke Solo, kami setuju.

Perjalanan naik taksi lancar jaya, hingga sampai di boyolali, sebuah musibah terjadi. Apa yang terjadi saudara ?? Ban taksi meletus

ganti ban taksi meletus

Ban sebelah kiri depan robek karena si sopir agak ngawur. Si Sopir mencoba mendahului truk yang berjalan lambat melalui jalan sebelah kiri yang sempit. Taksi turun ke tanah, sedangkan ketinggian antara tanah dengan aspal kira2 10cm dalam kecepatan yang agak lumayan cukup tinggi 😀 alias kecepatan sedang secara TIBA-TIBA.

Hasil akhirnya ya ban robek sempurna dengan lancar. BAN harus diganti, namun karena berada di tanah yang agak gembur, posisi mobil agak pendek, dan dongkrak yang standar akhirnya si sopir menyerah dan menyarankan ganti tumpangan. Aaaaa apes.

Perjalanan Semarang Tawang – Solo Jilid 2

Perjalanan kami lanjutkan naik BIS

naik bis semarang solo

 

Endingnya saya naik bis juga. :)) Sampailah kami di Terminal Solo Tirtonadi

Perjalanan Solo – Madiun 

Okelah saya mual naik bis, saya memutuskan baik kereta. Pilihan kereta Solo-Madiun yaitu : Madiun Jaya,  Sancaka, SriTanjung, Logawa. Saya pilih naik SriTanjung. Saat ini kereta ekonomi SriTanjung sudah ber-AC, yaitu AC ruangan yang dipaksa dipasang di gerbong kereta. Maksa maksa maksa.

Jadi daripada saya naik sancaka bisnis yang NO AC. Mending saya naik SriTanjung ekonomi yang ber AC. Harganya pun masih lebih murah Sritanjung Ekonomi AC. Saya pesan tiket jurusan Surabaya (walaupun saya turun madiun), karena harga tiket ke surabaya sama dengan ke madiun. Saya rugi kalo saya turun madiun dengan tiket madiun, mending saya beli tiket ke surabaya tapi turun madiun dan meninggalkan kursi kosong hingga surabaya.

Madiun

saya sampai dirumah, dan tergeletak tidur. Haha Hari yang apes.

Pelajaran yang bisa diambil adalah “Tinggalkanlah Keraguan” memang saya sempat ragu naik Argo Sindoro. Kalo ada seperti ini lagi, saya akan beli tiket untuk pulang esok hari lalu balik ke hotel untuk istirahat menunggu esok yang lebih gembira :D.

NB : Perjalanan pak sugeng ke blitar masih panjang, saya sudah dirumah istirahat.

 

Tinggalkanlah hal yang meragukan

(muhammad SAW)

 

 

 

Iklan

UI, hujan basah-basah

Universitas Indonesia Indah Sekali dan Sedap Dipandang Serta Tidak Membosankan

Universitas Indonesia Indah Sekali dan Sedap Dipandang Serta Tidak Membosankan

Sore-sore, mendung-mendung, jalan-jalan ke UI di Depok. Ugh….. istimewa. Jadi teringat ITS, daydreaming hahahaha.

Sambil bergerimis ria dan merasakan ion positif dari taman-taman di UI. Segaaaar.

Mendung-mendung, sejuk-sejuk, musimnya orang pacaran yahoo_confused . Ck..ck..ck..ck..ck, di pinggiran jalan, di pinggiran danau, di pinggiran taman, dan di pinggir-pinggiran yang lain.. .

Sambil menyanyikan lagu yahoo_whistlingGerimis Mengundang” dari EXIST, akhirnya gerimispun tiba. Tak lama kemudian jadi hujan, lagunya pun berubah menjadi “Hujan telah tiba” dari Tasya dan Sheila on 7. ketawa sambil guling-guling..

Kampusnya sitimewa istimewa, karna banyak pohon-pohon besar-besar tinggi-tinggi dan rindang-rindang. 😀 . Banyak juga danau-danau yang luas-luas. Saya coba masuk muter-muter ke dalam, masuk ke FT, Rektorat, FIB, sampe-sampe saya kesasar nggak bisa keluar kampus, ugh.

Pertama kali ke UI, kehujanan dan kesasar. Akh, tak apalah. Alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kemampuan. Alhamdulillah…

Era Informasi 2

Saya masih belum percaya 100% dengan istilah “paperless”. Karena data dan informasi tanpa kertas akan kurang valid nilainya. Walaupun sudah ada digital signature, toh masih tetap ada yang mengharuskan dengan tanda-tangan aslinya. Jadi, teknologi informasi sampai saat ini masih belum bisa menggantikan pekerjaan manusia. Teknologi informasi hanya sebagai support system saja.

Semua teknologi yang ada di dunia ini pun sebenarnya masih banyak mempunyai kesalahan (error). Saya tidak percaya kalau ada sebuah teknologi yang dapat membantu manusia hingga 100%, karena jika sudah 100% maka teknologi tersebut dapat menggantikan manusia. Padahal manusia saja masih banyak punya kesalahan, termasuk saya.

Tidak mungkin ada teknologi yang melakukan satu hal, berkonsentrasi pada satu hal dan melakukan hal tersebut dengan benar 100%, keadaan tersebut sangat normal dan wajar.

Semua bidang pekerjaan membutuhkan kesejatian, yaitu adanya campur tangan manusia (manual). Katakan ada sebuah mesin yang mampu beroperasi siang malam tanpa henti secara otomatis, tapi tetap saja ada manusia yang menyalakan mesinnya, mengawasinya, kemudian merawatnya.

Manusia juga pasti akan kembali ke sebuah kesejatian. Manusia beraktifitas tidak seperti mesin ataupun software yang siang malam tanpa henti. Manusia butuh makan untuk tenaga sama seperti mesin yang butuh tenaga untuk beroperasi. Dan satu hal lagi yang pasti sama untuk semua hal di dunia ini kecuali Dia, yaitu kematian.

Menjadi sempurna itu mustahil ???

Itu wajar dan manusiawi, bahkan semua yang ada di dunia ini hadir tanpa kesempurnaan kecuali Dia. Kesempurnaan bagi kita (manusia) justru akan membuat kita tidak fleksibel terhadap keadaan kedepan. Jika kita menjadi sempurna, kesempurnaan kita hanya pada suatu hal yang general. Sehingga jika suatu saat hadir hal baru yang spesifik, kita tidak fleksibel menghadapinya. Itulah mengapa Tuhan menciptakan kita tanpa kesempurnaan, yaitu agar kita selalu siap menghadapi semua halangan, rintangan, dan keadaan seperti apapun.

Saya dapat contohkan dengan sebuah game Football Manager. Disitu semua pemain mempunyai beberapa indikator skill yang dipunyainya, nilainya antara 0 – 9. Tidak ada satupun pemain yang mempunyai nilai 9 untuk semua skillnya. Tahu mengapa?? Karena itu tidak mungkin.

“Manusia adalah mahluk paling sempurna”. Ungkapan itu benar karena diantara semua mahluk yang diciptakan tuhan, hanya manusia yang paling sempurna. Namun dibalik kesempurnaan bila dibandingkan dengan mahluk Tuhan yang lain, kita masih mahluk tuhan yang lemah dan tidak ada apa-apanya.

Sadar ketidaksempurnaan itu perlu. Kenapa?? Karena dengan kesadaran itu, kita akan tetap berusaha merangkak keatas, berusaha agar apapun yang dilakukan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Menjadikan kita tetap bersemangat untuk belajar dan tetap memberikan apresiasi pada orang lain dan diri sendiri.

Jika seorang manusia telah merasa paling sempurna daripada yang lainnya, merasa telah mencapai puncak segalanya dan merasa tidak ada puncak lain selain puncaknya. Apa yang dia lakukan setelah itu?? Naik ke puncak selanjutnya?? Tentu tidak, karena dia sudah ada di puncak. Dia akan turun perlahan tanpa dia sadari, artinya dia telah mati. Jika ia tidak mati, anggap saja dia telah mati (Ah … extrimis). Semakin lama dia akan turun dan akhirnya tersadar sudah ada di ketinggian 0 dpl karena kondisinya stagnan akibat merasa paling sempurna.

Risalah Cinta

Kita tak akan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. Kita juga tidak tahu apa yang telah hilang dari diri kita hingga hal tersebut datang menghampiri kita (pepatah).

Hal yang menyedihkan ketika kita tidak dapat mengungkapkan kepedulian kita kepada seseorang hingga kita merasa kehilangannya (pepatah).

Ya Allah, ketika ku berdoa inginkan Cinta
Kau berikan padaku orang-orang disekitarku untuk ditolong

Semuanya akan terlihat jelas ketika kita kehilangan mereka. Kita membutuhkan mereka sama sperti kita makan membutuhkan minum. Dan sama pastinya seperti kematian yang pasti datang entah kapan waktunya.

Ya Allah,
semua yang kuinginkan tidak selalu kudapatkan
Tapi aku dapatkan semua yang kubutuhkan
Itu semua sudah sangat cukup bagiku

Hidup hanya sekali, akan lebih indah jika kita jalani dengan cinta, keikhlasan, kesabaran dan kebijaksanaan.

Backpacker keliling

Sudah hampir 2 minggu, mungkin lebih, saya sama sekali nggak menengok blog saya ini. Karena jadwal saya yang samhat padat sehingga saya menjadi sibuk tiba-tiba dan sementara.
Karena saya udah bosan ke Luar Negeri (ciee), jadi saya coba keliling daerah sekitar surabaya. Nih hasil pengembaraan mengelilingi daerah sekitar subaraya, eh Surabaya, barangkali menjadi rujukan temen temen.

1. Pemandian Air Panas Pacet – Mojokerto
Surabaya – Mojokerto – Pacet
Nih salah satu pemandian air anget di Jawa Timur. Air anget asli dari alam dan ada sedikit belerangnya. Katanya mantap buat nyembuhin penyakit2 kulit dan melepas penat.
Total pengeluaran :
Tiket masuk kompleks 4600
Tiket masuk pemandian 3000
Jadi totalnya cuman +/- 7600 rupiah untuk “sekedar” berendam di air yang anget. Tapi jangan kuatir, harganya sepadan sama rasanya. Pokoknya, badan segar setelah berendam.

2. Jawa Timur Park – Batu
Surabaya – Malang – Batu
Di Batu, tujuan saya adalah Jawa Timur Park. Taman ini buka mulai pukul 9 pagi sampai jam 4 sore.
Penginapan 150000/malam (3 kamar)
Tiket masuk kompleks 1000
Untuk tiket masuk, ada beberapa pilihan. Saya pilih yang terusan untuk semua permainan, jadi nggak perlu bayar lagi nantinya.
Tiket masuk terusan 45000
Ada banyak permainan disini, yang paling seru dan mantap misalnya Spinning coaster, Drop Zone, Columbus, Roller Coaster, rumah hantu, rumah pipa, dll.
Wis pokoknya maknyus, mantap, enak, seru.

3. Wisata Bromo Tengger Semeru – Probolinggo
Surabaya – Sidoarjo – Pasuruan – Probolinggo
Kita ke Bromo untuk melihat dan mensyukuri anugerah Allah.
Tiket Masuk 5000
Kalo mau bawa tenda sendiri bisa hemat sampai 100000.
Nggak ada ruginya berkunjung ke sini.

4. Air Terjun Madakaripura – Probolinggo
Surabaya – Sidoarjo – Pasuruan – Probolinggo
Biasanya paling enak setelah kita berkunjung di Bromo, sekalian juga berkunjung ke Air terjun ini.
Hebat (Subhanallah), air terjun yang ada di tengah2 gunung. Gunung terbelah dua dan diantaranya ada air terjun ini. Subhanallah …..
Tiket masuk 3500
Asal usulnya dulu dibuat tempat persemedian Patih Gajah Mada dari Majapahit. Makanya namanya kan MADAkariPURA (Tempat semedinya Mada)

5. Songa Rafting – Probolinggo
Surabaya – Sidoarjo – Pasuruan – Probolinggo
Sekalian di Probolinggo, kita bisa coba rafting. Harganya menguras kantong tapi sepadan dengan keasikan dan keseruan waktu rafting.
Adventure Trip 150000/orang
Total ada 35 jeram dalam 9,5 km. Sebenernya ada pilihan paket perjalanan rafting yang lain, tapi kita kemaren kebetulan pilih yang ini. *karena dana yang terbatas*

6. Waduk Selorejo – Malang.
Waktu itu saya kesana sama temen saya(12 orang). Ada di daerah malang. Kalau mau ke Malang lewat Jombang pasti lewat waduk ini .
Tiket Masuk 6500/orang
Sewa Perahu 40000/jam.
Lumayan buat melepas penat dan membebaskan diri dari kepadatan dan tekanan Surabaya yang kejam (walau sementara). Makanya sekali-kali dan kapan-kapan dikunjungi ya!? Asli dalam Negeri lho.