Serang-Sukabumi-Karawang

Selasa pagi di Serang, Selasa sore udah di Jakarta lagi

Rabu pagi ke Sukabumi, Rabu malam udah di Jakarta lagi.

Kamis pagi ke Karawang, Kamis sore udah di Jakarta lagi.

TERAKHIR, Jum’at pagi udah di Surabaya lagi.

Travelling panjang yang menyenangkan.

Ternyata perjalanan dari dan ke Jakarta sangat menhabiskan waktu. Jarak tempuh boleh dekat, tapi waktu tempuh di Jakarta SANGAT tidak bisa diprediksi.

Bicara kota besar, ternyata paling enak ya SURABAYA.

Tauwa

Tauwa adalah nama makanan

Malem-malem ada orang jual makanan macam itu lewat depan rumah. Memang yang jual tauwa sering lewat depan rumah, tapi terus terang saya tidak pernah tau seperti apa tauwa sebenarnya. Oleh sebab itu, tadi saya iseng beli karena penasaran. Ternyata, tauwa adalah olahan kedelai terus disiram air jahe hangat. Rasanya mirip sari kedelai (soya).

Dan sayang sekali saya lupa mengambil foto. Karena saya baru inget foto setelah mangkuknya saya cuci. Hahaha

MMDB (Malam-Malam di Bandung)

Satu hal yang saya segera lakukan setelah sampai di Bandung adalah mencoba kuliner khas Bandung. Kebetulan malam itu saya menginap bersama teman saya di sekitar Jalan Dipati Ukur, daerah Universitas Padjadjaran.

Kata teman saya yang kebetulan berdomisili di Bandung, di jalan dipati ukur banyak orang jual makanan. Jadilah saya malam itu segera berjalan-jalan mencari makan malam yang khas kota Bandung.

Sebenarnya parameter saya sederhana untuk masalah makanan. Kalau ada warung makan yang ramai, pasti ada 2 kemungkinan

  1. Penjualnya wanita yang cantik. Ini terlihat kalau pengunjungnya kebanyakan laki-laki.
  2. Masakannya enak dan relatif murah. Pengunjungnya laki dan perempuan banyak.

Nah, yang nomer 2 itulah yang saya cari.

Selain makanan, tentunya saya juga mencoba minuman Bandung. Saya cari kopi, karena barangkali kopinya berbeda dengan kopi yang pernah saya cicipi di Surabaya. Tapi apa boleh buat, di Bandung saya tidak melihat warung kopi yang buka sampai larut malam (di Jogja namanya Angkringan, di Surabaya namanya Warung Giras).

Malam itu saya harus puas dengan makanan tanpa minuman.

Musim Kawin Datang …..

Benar-benar mengejutkan dan tidak biasa bagi saya. Hingga pertengahan bulan ini sudah 5 undangan resepsi pernikahan yang saya hadiri. Bahkan sebentar lagi ada yang menyusul akan saya hadiri. InsyaAllah … Kalo saya sudah diundang insya allah saya akan datang.

Ada tiga hal yang harus kita perhatikan kalau akan hadir di acara yang seperti ini …
1. Amplop
Amplop adalah suatu keharusan, bahkan akan terlihat tidak biasa jika tidak ada amplop masuk ke lubang. Masalah isinya, terserah. Terserah ada atau tidak, terserah sedikit atau banyak. Bahkan juga terserah apa yang diisi. Bisa duit lembaran berwarna hijau, biru atau merah. Bisa diisi duit receh, ribuan receh, puluhan ribuan receh, ratusan ribuan receh, recehan jutaan juga tak apa.

2. Makanan dan Minuman
Ini juga penting. Kurang lengkap rasanya jika datang ke resepsi tanpa mencicipi makanan. Bahkan kalau perlu, mengosongkan perut agar nanti bisa diisi lebih banyak. Perut bilik 1 hingga bilik 10 harus diisi semua. Tapi yang namanya mencicipi itu kan mencoba sedikit, jadi jangan berlebihan memasukkan sesuatu ke perut. Kalau bilik 1 sampai bilik 10 udah penuh semua, kita harus berhenti. Karena bilik 11 sampai bilik 20 isinya minuman dan bilik 21 sampai bilik 30 isinya udara buat nafas biar nggak sesak nafas. Perlu diketahui, perut kita memiliki 30 bilik. 10 bilik di perut bagian atas. 10 bilik di perut bagian bawah. Masing-masing 5 bilik di perut sebelah kiri dan kanan. Hahaha

3. Album foto
Setiap kali saya datang ke acara resepsi pernikahan, pasti saya diminta untuk berfoto bersama. Nampaknya pesona saya terlalu besar hingga permintaan seperti ini pasti datang pada saya. Tahu hal seperti ini akan terjadi maka saya harus bersiap agar saya selalu wangi, biar hasil foto juga ikut wangi. Sekitar kita juga harus tidak ramai agar nanti hasil fotonya nggak berisik. Tidak lupa saya selalu memasang senyum, karena senyuman saya mengandung sejuta makna dan sejuta umpan.

Pada prinsipnya, acara resepsi adalah salah satu dari rangkaian ritual pernikahan. Tujuannya adalah untuk mengabarkan pernikahan dan membagi kebahagiaan pada para kerabat, teman, tetangga, kenalan, dan orang yang nggak sengaja lewat. Harus kita hargai dan kita hormati.

Selamat menikah. Selamat membangun keluarga. Selamat berlayar dalam kapal pesiar yang bernama “Rumah Tangga”. Selamat mendaki terjalnya gunung yang juga bernama “Rumah Tangga”.

Yang Menikah
1. Misbahul Fadjri dan Mbak Kunti, yang laki adalah kakaknya ulum dan yang perempuan adalah dosen pembimbingnya koko rochmat.
2. M Fathoni dan Farah Fataty, dua-duanya teman saya SMA se-angkatan.
3. Eva AK dan Ust Shobirin, yang perempuan teman saya SMP juga SMA dan yang laki adalah ustadz saya.
4. Imamuddin Alwi dan Kartini Milianti, yang laki adalah senior saya di SMA dan yang perempuan tentu saja adalah istrinya.
5. (Yang kelima saya lupa namanya, saya datang karena saya kebetulan lewat)

Yang Segera Menikah, jangan lupa undang saya….

UI, hujan basah-basah

Universitas Indonesia Indah Sekali dan Sedap Dipandang Serta Tidak Membosankan

Universitas Indonesia Indah Sekali dan Sedap Dipandang Serta Tidak Membosankan

Sore-sore, mendung-mendung, jalan-jalan ke UI di Depok. Ugh….. istimewa. Jadi teringat ITS, daydreaming hahahaha.

Sambil bergerimis ria dan merasakan ion positif dari taman-taman di UI. Segaaaar.

Mendung-mendung, sejuk-sejuk, musimnya orang pacaran yahoo_confused . Ck..ck..ck..ck..ck, di pinggiran jalan, di pinggiran danau, di pinggiran taman, dan di pinggir-pinggiran yang lain.. .

Sambil menyanyikan lagu yahoo_whistlingGerimis Mengundang” dari EXIST, akhirnya gerimispun tiba. Tak lama kemudian jadi hujan, lagunya pun berubah menjadi “Hujan telah tiba” dari Tasya dan Sheila on 7. ketawa sambil guling-guling..

Kampusnya sitimewa istimewa, karna banyak pohon-pohon besar-besar tinggi-tinggi dan rindang-rindang. 😀 . Banyak juga danau-danau yang luas-luas. Saya coba masuk muter-muter ke dalam, masuk ke FT, Rektorat, FIB, sampe-sampe saya kesasar nggak bisa keluar kampus, ugh.

Pertama kali ke UI, kehujanan dan kesasar. Akh, tak apalah. Alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kemampuan. Alhamdulillah…