Software menjadi tidak berguna karena . . .

Banyak orang yang menjadi hati-hati memilih software karena pengalaman mereka menggunakan software pada masa lalu.

Oleh karena itu sedikit saya tahu, inilah yang terjadi di lapangan. Yang menyebabkan software menjadi tidak berguna, hingga tidak bisa digunakan, padahal belinya mahal, akhirnya menyalahkan orang lain.

1. Software tidak berkualitas dikarenakan banyak error dan bug yang tidak diselesaikan

Teori dasar pengembangan software adalah semakin lama waktu pembuatan maka semakin stabil, ini NORMAL dan BIASA tapi tidak bisa dijadikan alasan ketika software ditemukan banyak error dan bug. Seharusnya software dilempar ke pasar dalam bentuk stabil dan siap dipakai.

Tapi, coba anda lihat beberapa software yang mengeluarkan update/bug fixing/patch/service pack (apapun namanya, yang jelas itu adalah cara untuk meminimalkan bug), bahkan peningkatan versi juga adalah salah satu strategi untuk memerangi bug.

peningkatan versi juga adalah salah satu strategi untuk memerangi bug

Tindakan paling penting ketika ditemukan error dan bug adalah melakukan perbaikan (update atau upgrade). Oleh karena itu ketika membeli software, belilah dari perusahaan software yang memberikan garansi terhadap softwarenya.

Semua pedagang pasti memberikan garansi, itu betul. Oleh karena itu belilah dari perusahaan yang memang berbisnis software. Jangan sekali-kali membeli software dari perorangan karena tidak jelas garansinya (kecuali orang tersebut memang anda percaya).

2. Tidak ada kebutuhan

Sebuah teknologi menjadi sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan, tidak akan mungkin ada kebutuhan jika tidak ada permasalahan, dan tidak akan ada permasalahan tanpa pengalaman/praktek sebelumnya.

Percuma saja anda menawarkan software sekolah kepada sebuah koperasi, karena koperasi tidak ada kebutuhan spesifik seperti sekolah.

Percuma menjual software pada orang yang tidak punya komputer

Anda paham kan? buat apa coba?

Makanya bikin software yang dibutuhkan sesuai dengan target pasar kita.

3. Tidak ada Sumber Daya Manusia yang mampu menjalankan software

Software sekolah sangat dibutuhkan oleh sekolah, software kampus sangat dibutuhkan oleh perguruan tinggi, software koperasi sangat dibutuhkan oleh sebuah lembaga koperasi. Intinya, software dibuat adalah untuk membantu menyelesaikan masalah.

Anda punya anggaran untuk beli software, Anda sudah memilih software yang tepat untuk anda (melalui survey, penawaran, atau tender), Hingga akhirnya anda beli software.

Namun apa yang terjadi jika ternyata anda atau staf anda tidak ada yang mampu menggunakan software tersebut?? software tersebut justru akan menambah masalah. Oleh karena itu, setiap anda membeli software pastikan bahwa ada pelatihan penggunaan software atau minimal ada buku manual yang disertakan.

4. Tidak ada Sumber Daya Manusia yang memiliki Komitmen dan Kemauan menjalankan software

Inilah masalah yang paling sering dihadapi oleh pengembang software yang produknya untuk sebuah institusi, organisasi atau lembaga.

Political Will, peran pemegang kebijakan sangat penting karena ternyata PAKSAAN adalah senjata ampuh untuk orang-orang yang apatis dan menjadi bug non-teknis

  1. Berganti kepala kantor adalah berganti kebijakan, bisa saja kepala sebelumnya sangat sadar IT, tapi kepala selanjutnya apatis terhadap IT.
  2. Tidak anggaran untuk operator software berarti tidak ada admin yang mengurusi data, anda pasti tahu tidak mungkin ada yang mau melakukan pekerjaan lebih tapi ternyata gajinya sama.
  3. Tidak kompak dalam lingkungan internal, inilah yang harus diperbaiki karena jika ini terjadi maka; pihak kontra pasti akan mencari cara agar program IT tersebut TIDAK AKAN bisa dijalankan.
  4. Tidak ada Political Will, peran pemegang kebijakan sangat penting karena ternyata PAKSAAN adalah senjata ampuh untuk orang-orang yang apatis dan menjadi bug non-teknis.

Itulah menurut saya 4 hal yang menjadikan orang waspada dalam membeli software.

Jika hal tersebut diatas terjadi di lapangan, maka yang disalahkan adalah softwarenya dengan berbagai alasan seperti tidak ada support, software tidak bisa dipakai, dan alasan sebagainya.

PADAHAL itu bisa saja kesalahan software atau kesalahan pengguna.

Oleh karena itu setiap lembaga/kantor/institusi HARUS memiliki kesadaran dalam memahami pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi.

Semuanya harus memiliki ROADMAP pengembangan Teknologi Informasi, sehingga rencana jangka panjang dan jangka pendek pemanfaatan IT dapat terukur dan dirasakan manfaatnya. Memang investasinya pasti sangat besar tapi sekali lagi, ROADMAP itu penting.

Mau Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s