Jogja : Hari kedua

red_ribbonHari kedua saya di Jogja. Saya siap-siap menghadiri seminar. Seminar diadakan dari jam 08:00 sampai jam 17:00, kami berencana meninggalkan seminar tepat setelah selesai makan siang jika seminarnya tidak menarik dan membosankan. Mumpung sedang ada di Jogja, kami ingin jalan-jalan keliling Jogja😀😎 . Tapi kenyataan bicara lain, seminar ternyata sangat menarik dan tidak membosankan. Semua yang saya bayangkan tentang seminar yang datar, formal, dan membosankan ternyata salah besar.

Seminar ini dihadiri oleh +- 100 orang yang berasal dari seluruh Indonesia, dari bidang pekerjaan yang berbeda, dan dari bidang ilmu yang berbeda. Semuanya adalah orang yang tertarik dalam bidang Energi Terbarukan dan Mikrohidro. Semua materi dipresentasikan dengan mantap, menarik, dan istimewa, walaupun semua yang dipresentasikan dalam seminar ini adalah hal yang baru bagi saya. Dua jempol untuk seminar ini.

Setelah seminar ini selesai pada jam 17:00, saya dan teman-teman segera jalan-jalan di sekitar Malioboro. Ada banyak pilihan angkutan, salah satunya becak, murah meriah, nyaman, dan pastinya tidak menimbulkan emisi karbon karena memakai energi terbarukan.😀 hohoho.

Ending dari jalan-jalan saya keliling Jogja adalah di warung kopi seperti di hari pertama saya di Jogja, yaitu di alun-alun utara Jogja. Ternyata yang jualan masih inget kita. Wekekekeke

Pas kita duduk dan beli kopi, disitu sudah ada beberapa orang yang juga nongkrong. Tiba-tiba orang-orang itu datang dan langsung gabung ngobrol sama kita. Ndak apa-apa, yang penting ada pengalaman.

Saya sempat curiga, kok cara bicara orang-orang itu seperti kebanci-bancian. Saya sih ndak masalah, tapi saya curiga mereka itu gay. Hiiii. Lama bicara kecurigaan saya makin jelas, mereka jelas-jelas ngajak kita jalan-jalan. Apalagi yang datang ke tempat kami seperti orang-orang itu makin banyak. Trus pas bersalaman mau kenalan, cara jabat tangannya sambil menggerakkan telunjuk tangan kanannya seperti garuk-garuk pas tangannya berjabat. Wuih, kita jadi waspada 1000x lipat.

Obrolan yang mereka bicarakan adalah seputar AIDS, kondom, dan “pelicin”. Sedangkan yang kita bicarakan adalah seputar Jogja, kopi yang enak, dan gudeg yang sip. Ndak nyambung sama sekali dan membuat kita semakin waspada. Ndak mau ambil resiko, saya dan temen-temen saya langsung kabur dengan alasan lapar mau makan. Mereka bilang :
“Ngko jam siji rene maneh yooo”
Saya jawab dalam hati “Males, ndak sudi saya”

Itulah malam kedua saya di Jogja. Jogja penuh Kenangan (dan resiko). Sampai jumpa jogja…….

11 thoughts on “Jogja : Hari kedua

  1. i’m d’first!!!!

    ahhh….
    kau khan juga gay….
    buktinya tertangkap oleh kamera gue lho..:D
    ada yang pengen liat gak, ntar aq upload di indowebster deh
    hahahahaaaa…….=))

    skali lagi postingannya kurang sip!!!!!!
    aq kasih rating 3 dgn skala 10…..

Mau Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s