System Development Life Cycle

Model pengembangan perangkat lunak sangat dibutuhkan dalam pengembangan perangkat lunak karena terdapat beberapa keterbatasan sewaktu mengembangkan perangkat lunak, yaitu

  • Biaya
  • Waktu
  • Sumber Daya

Model pengembangan digunakan untuk membantu memonitor dan mengontrol progress dan karena biaya kebanyakan sistem mengalami over time dan over budget. Tanpa metodologi, tidak ada aturan-aturan yang didefinisikan untuk “how do we proceed?” terutama berguna untuk pengembang sistem yang masih baru

Metodologi digunakan untuk memastikan bahwa tidak ada aktivitas yang terlupakan dan kebanyakan (55%) sistem besar gagal. Model Proses Pengembangan Sistem adalah proses pengembangan sistem yang sangat resmi dan seksama yang mendefinisikan seperangkat aktifitas, metode-metode, best practices, deliverables, dan automated tools yang digunakan oleh pengembang sistem dan project manager untuk pengembangan dan pemeliharaan sistem dan perangkat lunak.

Model proses pengembangan perangkat lunak menggambarkan urut-urutan kejadian yang diperlukan untuk membangun sesuatu produk perangkat lunak tertentu. Model proses pengembangan suatu perangkat lunak sangat diperlukan untuk mendefinisikan, menjelaskan, mengabstraksikan, memodifikasi, memperbaiki dan mendokumentasikan produk perangkat lunak, untuk menggunakan model proses yang baik harus memenuhi 3 ketentuan, yaitu :

  • Model harus mempunyai ‘descriptive power’

Sebuah model harus dapat mendeskripsikan yang dikerjakan dalam tahapannya. Software yang baik biasanya dapat terlihat melalui proses pengembangannya, jika suatu model tidak dapat mendeskripsikan prosesnya maka tidak semua orang dapat mengerti cara kerja pengembangannya. Maka buat apa memakai sebuah model yang hanya beberapa orang dalam tim saja yang mengerti.

  • Pola yang dibuat harus dapat mudah dibaca orang lain

Suatu model digunakan agar semua orang dapat mengerti tahapannya sehingga mengerti apa yang dikerjakan agar menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas.

  • Bisa dikomputerisasikan

Model pengembangan digunakan agar dapat membantu mengembangkan perangkat lunak yang berkualitas, jika salah satu tahapan tidak dapat dikomputerisasikan maka model tersebut hanya akan menambah masalah dalam pengembangan bukannya mengurangi masalah. Oleh karena itu suatu model harus dapat melalui tahap komputerisasi.

Pada dasarnya, semua model pengembangan perangkat lunak memiliki bagian/tahap yang paling penting yaitu,.

  • Mendefinisikan masalah

Bagaimana menyelesaikan masalah kalau masalahnya saja tidak mengerti?? Oleh karena itu suatu model harus memiliki tahap yang dapat mencari permasalahan kemudian memberi alternatif solusi.

  • Penyelesaian yang terintegrasi

Ketika permasalahan sudah diketahui, tinggal penyelesaian yang harus dilakukan. Penyelesaian tidak dapat dilakukan seketika itu juga dalam satu tahap, namun dalam beberapa langkah pengembangan yang terintegrasi (modularity).

  • Teknik pengembangan

Setelah permasalahan diselesaikan, perangkat lunak tidak hanya berhenti disitu saja. Proses pengembangan pasti dilakukan mengingat tidak ada satupun perangkat lunak yang sempurna dari kesalahan (bug) dan yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalisasi kesalahan melalui pengembangan dan evaluasi.

Biasanya model pengembangan perangkat lunak sering disebut sebagai System Development Life Cycle. Beberapa tahap dalam SDLC adalah

  1. System Initiation

Menentukan perencanaan awal untuk menentukan lingkup, tujuan, jadwal dan anggaran proyek yang diperlukan untuk memecahkan masalah atau kesempatan yang direpresentasikan oleh proyek.

  1. System Analysis

Merekomendasikan perbaikan dan menspesifikasikan persyaratan dan prioritas bisnis untuk solusi yang akan ditawarkan.

  1. System Design

Menghasilkan rancangan spesifikasi sebagai solusi dari requirement yang diberikan sebelumnya.

  1. System Implementation

Menghasilkan solusi perangkat keras dan perangkat lunak untuk permasalahan bisnis berdasarkan spesifikasi.

4 thoughts on “System Development Life Cycle

Mau Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s