Musibah Negara Ini
Hanya waktu yang dapat membuktikan.
Setelah musibah terjadi, fase saling menyalahkan pasti terjadi.
Inilah resiko menjadi seorang pemimpin, harus berani dan bertanggung jawab. Saya menyesalkan “pemerintah” yang kurang sukses melakukan penataan dan pembenahan sehingga proses perusakan alam oleh manusia menjadi tidak terkendali.
Pemimpin seperti sopir yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpangnya. Pemimpin seperti seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab atas kesejahteraan keluarganya.
Pada prinsipnya, pemimpin berada di barisan paling depan dalam membantu ketika rakyat yang dipimpin olehnya mengalami musibah. Bahkan berada di barisan paling depan ketika rakyat yang dipimpinnya berusaha meraih kesejahteraan.
Dan apa yang terjadi di negeri saya yang hebat ini??
Saat musibah terjadi,
beberapa pemimpin kita malah main lempar-lemparan “kotoran”.
beberapa pemimpin kita memanfaatkan kesempatan untuk kampanye pemilu.
beberapa pemimpin kita memang benar-benar membantu sepenuh hati.
beberapa pemimpin tersadarkan untuk memimpin lebih baik lagi.
Saya berdo’a semoga para korban situ gintung yang selamat dapat menguatkan diri dan dapat segera bangkit untuk menata kehidupan kembali. Semoga kita semua dapat menghargai alam dan menghargai sesama manusia. Semoga para korban yang telah tiada diberi tempat yang lebih baik oleh Tuhan. Semoga Tuhan memberikan pemimpin lebih baik untuk kita semua.
MMDB (Malam-Malam di Bandung)
Satu hal yang saya segera lakukan setelah sampai di Bandung adalah mencoba kuliner khas Bandung. Kebetulan malam itu saya menginap bersama teman saya di sekitar Jalan Dipati Ukur, daerah Universitas Padjadjaran.
Kata teman saya yang kebetulan berdomisili di Bandung, di jalan dipati ukur banyak orang jual makanan. Jadilah saya malam itu segera berjalan-jalan mencari makan malam yang khas kota Bandung.
Sebenarnya parameter saya sederhana untuk masalah makanan. Kalau ada warung makan yang ramai, pasti ada 2 kemungkinan
- Penjualnya wanita yang cantik. Ini terlihat kalau pengunjungnya kebanyakan laki-laki.
- Masakannya enak dan relatif murah. Pengunjungnya laki dan perempuan banyak.
Nah, yang nomer 2 itulah yang saya cari.
Selain makanan, tentunya saya juga mencoba minuman Bandung. Saya cari kopi, karena barangkali kopinya berbeda dengan kopi yang pernah saya cicipi di Surabaya. Tapi apa boleh buat, di Bandung saya tidak melihat warung kopi yang buka sampai larut malam (di Jogja namanya Angkringan, di Surabaya namanya Warung Giras).
Malam itu saya harus puas dengan makanan tanpa minuman.
Goes to Bandung
Pada tanggal 27 dan 28 Maret lalu saya pergi dari Surabaya ke Bandung karna ada beberapa keperluan yang sangat mendadak. Ini yang kedua kalinya saya ke Bandung setelah 5 tahun yang lalu.
Banyak pilihan angkutan kalo mau brangkat ke Bandung. Bisa naik bis, kereta, atau pesawat. Kalau pesawat harus transit dulu di Jakarta trus naik bis ke Bandung. Saya waktu itu memilih naik kereta dengan pertimbangan begini :
- Naik Bis. Kalo naik angkutan jenis ini, waktu perjalanannya 14 jam sampai di Bandung. Waktu sepanjang itu terbuang di bis. Saya nggak memilih naik bis. Sayang waktu 14 jam hanya tidur-tiduran di bis.
- Pesawat. Saya belum pernah tahu ada pesawat Surabaya – Bandung, jadi saya harus naik Surabaya – Jakarta ( 2 jam ) trus naik bis ke terminal ( 2 jam ) trus naik bis lagi ke Bandung ( 3 jam ). Total waktunya adalah 7 jam dengan pindah-pindah angkutan. Tentu saja ini ribet, membingungkan, dan keluar duit lebih banyak. Saya nggak milih alternatif ini.
- Kereta. Sampai Bandung butuh waktu kira kira 12 jam dan nggak sebegitu mahal. Ada kelas Ekonomi ( Parahyangan ), Bisnis ( Mutiara Selatan ), dan Eksekutif ( Argo Wilis atau Turangga ). Tarifnya paling mahal 250 ribuan untuk kelas eksekutif. Tapi hati-hati kalo naik kereta pas wiken. Harga bisa naik +- 20 persennya. Saya milih angkutan jenis ini. Sebaiknya naik kereta pas malam hari saja, karna kalo malam hari suasana lebih dingin dan sangat mendukung untuk tidur. Pas kita bangun keesokan harinya kita sudah sampai di Bandung.
Terus terang, saat ini Surabaya sedang menunjukkan sifat aslinya. Karna itulah saya merasa betah di Bandung yang selain udaranya yang sejuk dan dingin, ternyata pesona orang Sunda juga membuat saya seakan-akan nggak bisa melupakan Bandung. Hahaha.
Musim Kawin Datang …..
Benar-benar mengejutkan dan tidak biasa bagi saya. Hingga pertengahan bulan ini sudah 5 undangan resepsi pernikahan yang saya hadiri. Bahkan sebentar lagi ada yang menyusul akan saya hadiri. InsyaAllah … Kalo saya sudah diundang insya allah saya akan datang.
Ada tiga hal yang harus kita perhatikan kalau akan hadir di acara yang seperti ini …
1. Amplop
Amplop adalah suatu keharusan, bahkan akan terlihat tidak biasa jika tidak ada amplop masuk ke lubang. Masalah isinya, terserah. Terserah ada atau tidak, terserah sedikit atau banyak. Bahkan juga terserah apa yang diisi. Bisa duit lembaran berwarna hijau, biru atau merah. Bisa diisi duit receh, ribuan receh, puluhan ribuan receh, ratusan ribuan receh, recehan jutaan juga tak apa.
2. Makanan dan Minuman
Ini juga penting. Kurang lengkap rasanya jika datang ke resepsi tanpa mencicipi makanan. Bahkan kalau perlu, mengosongkan perut agar nanti bisa diisi lebih banyak. Perut bilik 1 hingga bilik 10 harus diisi semua. Tapi yang namanya mencicipi itu kan mencoba sedikit, jadi jangan berlebihan memasukkan sesuatu ke perut. Kalau bilik 1 sampai bilik 10 udah penuh semua, kita harus berhenti. Karena bilik 11 sampai bilik 20 isinya minuman dan bilik 21 sampai bilik 30 isinya udara buat nafas biar nggak sesak nafas. Perlu diketahui, perut kita memiliki 30 bilik. 10 bilik di perut bagian atas. 10 bilik di perut bagian bawah. Masing-masing 5 bilik di perut sebelah kiri dan kanan. Hahaha
3. Album foto
Setiap kali saya datang ke acara resepsi pernikahan, pasti saya diminta untuk berfoto bersama. Nampaknya pesona saya terlalu besar hingga permintaan seperti ini pasti datang pada saya. Tahu hal seperti ini akan terjadi maka saya harus bersiap agar saya selalu wangi, biar hasil foto juga ikut wangi. Sekitar kita juga harus tidak ramai agar nanti hasil fotonya nggak berisik. Tidak lupa saya selalu memasang senyum, karena senyuman saya mengandung sejuta makna dan sejuta umpan.
Pada prinsipnya, acara resepsi adalah salah satu dari rangkaian ritual pernikahan. Tujuannya adalah untuk mengabarkan pernikahan dan membagi kebahagiaan pada para kerabat, teman, tetangga, kenalan, dan orang yang nggak sengaja lewat. Harus kita hargai dan kita hormati.
Selamat menikah. Selamat membangun keluarga. Selamat berlayar dalam kapal pesiar yang bernama “Rumah Tangga”. Selamat mendaki terjalnya gunung yang juga bernama “Rumah Tangga”.
Yang Menikah
1. Misbahul Fadjri dan Mbak Kunti, yang laki adalah kakaknya ulum dan yang perempuan adalah dosen pembimbingnya koko rochmat.
2. M Fathoni dan Farah Fataty, dua-duanya teman saya SMA se-angkatan.
3. Eva AK dan Ust Shobirin, yang perempuan teman saya SMP juga SMA dan yang laki adalah ustadz saya.
4. Imamuddin Alwi dan Kartini Milianti, yang laki adalah senior saya di SMA dan yang perempuan tentu saja adalah istrinya.
5. (Yang kelima saya lupa namanya, saya datang karena saya kebetulan lewat)
Yang Segera Menikah, jangan lupa undang saya….
Model dunia dan Keterbatasan
Mata adalah salah satu instrumen yang kita gunakan untuk memodelkan dunia. Model dunia ini tidak hanya terdiri dari apa yang kita lihat, tetapi juga apa yang kita dengar, kita rasakan, dan kita pikirkan.
Realitanya, semua model yang kita terima tidak mungkin lengkap. Kita tidak mungkin bisa mendengar semuanya, melihat semuanya, memikirkan semuanya, bahkan mengetahui semuanya. Ada batasan tertentu yang tertanam dalam otak kita.
Batasan ini mutlak perlu dan harus ada. Karena ini membuktikan bahwa kita tidak mungkin tahu banyak hal. Tidak perlu banyak bukti untuk menunjukkan bahwa kita tidak mungkin tahu banyak hal. Misalnya begini, kita “tinggal” di Indonesia, apakah kita tahu semua propinsi di Indonesia?? Apakah kita tahu jumlah kota di seluruh Indonesia?? Apakah kita paham semua bahasa daerah yang digunakan di Indonesia?? Kita pasti tidak tahu semuanya.
Batasan inilah yang harus kita sadari. Anda sadar??
Penipuan Mata
Assalamu’alaikum
Mata bisa sangat menipu kita. Mata melihat, mata membawa informasi. Mari kita mulai dari proses melihat.
Sumber cahaya memancarkan cahaya ke sebuah obyek, kemudian obyek tersebut memantulkan sebagian atau seluruh cahaya yang diterimanya. Mata kita yang menerima pantulan tersebut kemudian mengirimkannya ke otak. Otak kemudian meng-interpretasi-kan informasi tersebut. Ini artinya, otak membentuk tiruan (biasa kita sebut bayangan) dalam pikiran kita.
Go Mahameru….
Assalamu’alaikum
Sudah lama saya ingin kesana. Kemana?? ke Mahameru, puncak gunung Semeru, gunung paling tinggi di tanah Jawa.
Mahameru itu bukan perjalanan alam, tapi perjalanan sebuah hati
(Donny Dhirgantoro, “5cm”)
Kenapa saya pingin kesana?? Bukan hanya karena Semeru adalah gunung tertinggi di Jawa, tapi juga karena hikmahnya. Saya nggak bisa membayangkan perjalanannya jika belum kesana. Seperti perjalanan-perjalanan saya sebelumnya ke gunung lain. Semuanya, alhamdulillah, menjadikan kita lebih dekat dengan Tuhan. Menjadikan kita sadar bahwa kita “hanya” mahluk Tuhan yang kecil dan tak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuasaan-Nya. Menjadikan kita sadar bahwa kita harus saling menghargai ke sesama manusia juga ke alam. Memberikan “nilai” baru di hati kita.
Saya nggak bisa membayangkan seperti apa indahnya surga, sedangkan di puncak saya melihat keindahan yang belum pernah saya lihat. Puncak emang ngga bisa dibayangkan. Subhanallah.
Kapan saya kesana?? Ini yang jadi masalah. Kapan ya?? Keinginan saya belum kesampaian. Indonesia memang diciptakan begitu indahnya. Kita harus bisa bersyukur.
Wassalamu’alaikum
Ciri-Ciri Sinetron Indonesia
Assalamu’alaikum
Sinetron, kebetulan saya agak nggak suka sama tayangan jenis ini. Iseng-iseng saya rumuskan beberapa ciri-ciri sinetron indonesia ![]()
Read more…
Seminggu di Jakarta
Sudah seminggu lebih saya dan rekan-rekan saya berada di Jakarta. Setiap hari kami tak bisa kemana-mana. Bukan karena tidak boleh, tapi karena tidak bisa kemana-mana
.
UI, hujan basah-basah
Sore-sore, mendung-mendung, jalan-jalan ke UI di Depok. Ugh….. istimewa. Jadi teringat ITS,
hahahaha.
Sambil bergerimis ria dan merasakan ion positif dari taman-taman di UI. Segaaaar.
Mendung-mendung, sejuk-sejuk, musimnya orang pacaran
. Ck..ck..ck..ck..ck, di pinggiran jalan, di pinggiran danau, di pinggiran taman, dan di pinggir-pinggiran yang lain.. .
Sambil menyanyikan lagu
“Gerimis Mengundang” dari EXIST, akhirnya gerimispun tiba. Tak lama kemudian jadi hujan, lagunya pun berubah menjadi “Hujan telah tiba” dari Tasya dan Sheila on 7.
..
Kampusnya sitimewa istimewa, karna banyak pohon-pohon besar-besar tinggi-tinggi dan rindang-rindang.
. Banyak juga danau-danau yang luas-luas. Saya coba masuk muter-muter ke dalam, masuk ke FT, Rektorat, FIB, sampe-sampe saya kesasar nggak bisa keluar kampus, ugh.
Pertama kali ke UI, kehujanan dan kesasar. Akh, tak apalah. Alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kemampuan. Alhamdulillah…













Recent Comments