Home > Berita > Saya berhenti memberi ketika saya merasa berhenti dihargai

Saya berhenti memberi ketika saya merasa berhenti dihargai

Monday, 27 April 2009 sagung Leave a comment Go to comments

Wah…

Wajar saja sih ungkapan diatas. Semua orang kan butuh apresiasi. Apresiasi yang nggak melulu dalam bentuk materi tapi juga dalam bentuk non-materi.

Sekarang pertanyaannya adalah

Take and Give atau Give and Take ??

………………………………

Categories: Berita
  1. Tuesday, 28 April 2009 at 4:20 pm | #1

    kalo yang saya inget di pelajaran Pelajaran Moral Pancasila dulu, give and take mbak.
    *anak SD yang baik*

  2. Tuesday, 28 April 2009 at 7:45 pm | #2

    ^
    ^
    kok mbak?? mbak sagung??

    gimana ya? hmmm… give and take kayanya.. selanjutnya tergantung apa yang telah di take setelah give pertama kali.. hag hag hag, saia bingung

  3. Wednesday, 29 April 2009 at 1:53 pm | #3

    mas stein
    Wah mas stein ini salah kaprah.
    Saya pria, bukannya wanita.
    Masa saya dipanggil Mbak.
    Kan aneh.
    Harusnya saya dipanggil Mas, Pak, Cak, Bang.

    cira
    Oh… yayayaya.
    Masuk akal.
    Jangan bingung ci…

  4. Saturday, 2 May 2009 at 10:40 am | #4

    hm… take and give, give and take…
    saya kira sama ajah kali yah asal keduanya berkesinambungan, entah yg mana yg lebih dulu ..

  5. Monday, 4 May 2009 at 3:58 pm | #5

    give and give..
    no matter what others think about you.. all you have to do is do what you wanna do :)
    bakal dihargai apa ga..selagi kamu masih pengen ngelakuinnya yaa lakuin aja… ikhlas dari hati bukan karena dilihat orang

    hehe

    salam kenal :)

  6. Wednesday, 6 May 2009 at 4:37 pm | #6

    Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih telah berbagi. Saya juga ada menulis topik serupa tentang mencari kebahagiaan dan kebermaknaan dalam entri saya yang berjudul Being Superhero.

    Salam kenal, dan sampai jumpa lagi.

    Lex dePraxis

  7. Thursday, 7 May 2009 at 11:20 am | #7

    assalaamu’alaykum
    harusnya memberi tiada akhir ya bang sag ya…
    emmm…
    berat nda yaaa… :D

    • Monday, 18 May 2009 at 12:19 pm | #8

      wa’alaykumussalaam…
      bales sendiri aaaah.. :D

      • Tuesday, 19 May 2009 at 9:34 am | #9

        Wah ga realistis kalo memberi tiada akhir.
        Menjadi idealis itu penting, tapi menjadi realistis juga perlu.

  8. Tuesday, 19 May 2009 at 10:18 pm | #10

    assalamu’alaykum.

    mampirrr.. :D

    umm, mnuurt ov give and take, krn setelah give pasti kita sbnrnya take ketenangan dan kebahagiaan jiwa stlh give itu tadi.. ho3.. kita juga take pahala kaan? asal givenya yg baik2, haha..

  9. Thursday, 28 May 2009 at 8:08 pm | #11

    kayaknya mending ga’ usah mikir take and give atau give and take deh..
    daripada ntar kepikiran di akherat.
    Hahahaha…

    Tapi, bukankah lebih baik memperlihatkan tangan kanan dan menyembunyikan tangan kiri kita?

  10. Monday, 1 June 2009 at 5:12 pm | #12

    Link sudah saya add di americanster.com mas, mohon di linkback blog saya yang PR 1 . Salam pershabatan, makasih

  11. Friday, 5 June 2009 at 9:05 am | #13

    Kalau kita memberi lebih, mungkin balasannya gak selalu banyak… at least di dunia, tapi ganjarannya akan didapatkan di akhirat nanti *amin*

    Salam kenal mas ^^

  12. Monday, 29 June 2009 at 8:17 am | #14

    give then forget it (http://ideonair.blogspot.com)