Penipuan Mata
Assalamu’alaikum
Mata bisa sangat menipu kita. Mata melihat, mata membawa informasi. Mari kita mulai dari proses melihat.
Sumber cahaya memancarkan cahaya ke sebuah obyek, kemudian obyek tersebut memantulkan sebagian atau seluruh cahaya yang diterimanya. Mata kita yang menerima pantulan tersebut kemudian mengirimkannya ke otak. Otak kemudian meng-interpretasi-kan informasi tersebut. Ini artinya, otak membentuk tiruan (biasa kita sebut bayangan) dalam pikiran kita.
Jadi kita sebenarnya tidak benar-benar melihat, apa yang kita lihat adalah bukan benar-benar yang kita lihat. Yang kita lihat hanyalah tiruan, bayangan, tipuan.
Tipuan-tipuan yang kita lihat bisa saja berubah karena banyak hal yang biasanya sering terjadi. Aneh kan ?
Lampu neon sebenarnya menyala berkedip-kedip, hanya saja dalam satu detik lebih dari 20 kedipan. Sehingga seakan-akan kita melihatnya menyala terang terus-terusan
Film yang kita lihat sebenarnya rangkaian dari banyak frame. Tiap frame menggambarkan satu kejadian. Tidak ada artinya jika kita hanya melihat satu frame ini saja. Akan berarti dan lebih bermakna jika semua frame tersebut diputar lebih dari 25 fps (frame per second) sehingga mata kita seolah-olah melihat sebuah gambar bergerak.
Apakah garis diatas sama panjang?? Betul, panjangnya sama. Tapi terlihat lebih panjang yang bawah. Maka betulkah pernyataan dibawah ini ??
Anda melihat, maka anda percaya
Atau
Anda percaya, maka anda melihat
Bagi saya, ketika saya percaya pada-Nya. Maka saya akan melihat kasih dan sayangnya.
Ketika saya percaya saya mampu dan sanggup, maka saya akan melihat keberhasilan.
Ketika saya percaya cinta, maka saya akan melihatnya.
Untuk hal-hal seperti ini, saya pantas percaya. Untuk menciptakan persepsi baik di
pikiran saya.
Wassalamu’alaikum












mata bisa ditipu, hati bisa direkayasa
Dari Mata kita bisa melihat Dunia. Mata ibarat cendela dunia. Jadi rawatlah Mata kita dari hal-hal yang di larang. Dengan Mata sehat kita pasti akan hidup sehat.
“bingung kan? aku juga bingung”
Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya…
Kalo liat tapi ga percaya?
Hehe..
tapi, tidak semua yang kita percayai harus bisa kita lihat bukan.
dan tidak setiap yang kita lihat bisa kita percaya kan…
tapi tetap tersenyum
blogwalking nih. HEHEHEH. good posting.
main2 ke blog gw juga ya..
salam kenal boss..saya temennya Siwi,tapi saya bukan orang yang penting-penting amat..hehehe..
wah,menarik artikelnya..LAM KENAL BOSS..
jd kbayang… apakah apa yg kita lihat sama spt apa yg org lihat? karena apa yg kita lihat adalah apa yg dbayangkan oleh pikiran kita. Apakah warna merah yg kita lihat sama seperti yg org lain lihat? Apakah bentuk kotak yg kita lihat selama ini sama seperti apa yg dilihat oleh orang lain?
Makanya banyak orang tua bilang,
“liat apa yang benar dan nyata, jangan liat apa yang ada di depan mata saja yang ga’ nyata”
So, lihat lebih dalam dan resapi.
(^_^)