Open Source Software itu gratis??


Banyak kalangan masih salah kaprah antara Linux itu bebas atau gratis.
Biasanya kalo kita mau nginstall software, pasti ada agreement yang harus disetujui.
Ini adalah beberapa cuplikan dari GNU GPL yang jarang kita baca:
GPL (General Public License) dibuat untuk memastikan bahwa kita punya
kebebasan untuk mendistribusikan copy-an dari free software (and charge for
this service if you wish), kita menerima source code atau bisa mendapatkannya
kalo kita mau, kita dapat merubah software itu atau make sebagian software itu untuk
buat software baru.
” When we speak of free software, we are referring to freedom, not price. “
Artinya kita bebas untuk
1. Menjalankan program untuk alasan apapun
2. Belajar bagaimana program berjalan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan kita (membuat ulang linux untuk kepentingan kita sendiri)
3. Menyalin program / meng-copy
4. Mengembangkan program dan mempublikasikannya
Itu semua untuk mendapatkannya kita butuh pengorbanan. Pengorbanan buat ganti ongkos mbakar cd, ongkos koneksi internet buat download iso, atau waktu untuk belajar.
Padahal kalo gratis kan berarti kita tidak mengeluarkan pengorbanan apapun untuk dapat menggunakannya, atau mempelajarinya.
Jadi jangan salah Kaprah.












Pertamax dulu
Masalahnya, ketika Linux mulai diperkenalkan oleh bapak-bapak Linux Indonesia, free = gratis sudah didengungkan. Mungkin masalah ini dulu dianggap sepele karena harus melawan sang raja Windows yang bayar, dan waktu itu Linux belum punya apa-apa untuk ditandingkan dengan Windows. Jadi bapak-bapak Linux itu mengambil positioning di harga. free = gratis. Celakanya, ketika kini Linux telah pantas ditandingkan, citranya kadung gratis. Dan itu tentu saja kurang baik buat pemasaran dan sosialisasi Linux. Akibatnya susah untuk mendongkel citra yang sudah terlanjur mengakar itu….
weh bloge dewe kok di pertamaxi.. arep dibong ta? tak bensin ae ya
owalaaaaahh…
tak pikir kon mbayar opo neh…
@ galih
Salah kaprah tuh. Ya udahlah mumpung belum terlalu jauh. Belum terlanjur.
@ anang
Terserah saya dong, Jangan bensin, mahal. Pake Mitan aja agak murah dikit.
@ Niez
Mbayar?? Lha wong browsing setiap Bytenya aja mbayar kok.
Jadi .. artinya gratis untuk menggunakannya dan membayar untuk mendapatkannya. Gitu ya Gung??
wah..emang dari sono-nya juga ga ada yang gratisan di muka bumi ini…
pipis aja bayar!!!
@erander
Iya pak. Kecuali kalo pinjem. Kalo ndownlot sendiri kan mbayar internet. Kalo Mbakar ke CD kan harus beli CD.
Trus kalo mau belajar kan beli buku, itu juga harus bayar.
“we are referring to freedom”
@sezsy
Iyo. Cuman Ngamen yang gratis.
ikut nimbrung aja dah
lam knal yaw
oalah… yo wis suwe mas! tapi kalo dibandingkan beli cd software berbayar, misal aja windows vista, minimal kita keluar 750rb mas.. hehehehe…
Iya pak, tapi masih ada yang salah kaprah.
Sekolahnya udah menghindari bajakan belum??
Benar-benar gratis neh …… mumpung masih ada inet gratis dr kantor
” Benar-benar gratis neh …… mumpung masih ada inet gratis dr kantor ”
Ape deh….
gimana cara dapetmya ? Tolooong
@imam
Kalo mau gratis, bisa pesen ke
ubuntu = http://shipit.ubuntu.com/
kubuntu = http://shipit.kubuntu.com/
edubuntu = http://shipit.edubuntu.com/
Minta aja dikirimi.