Home > Komputer, Linux > Warung Internet

Warung Internet

Saturday, 17 November 2007 sagung Leave a comment Go to comments

Warnet pada dasarnya adalah sebuah jaringan komputer, yaitu sebuah sistem yang terdiri atas komputer, perangkat komputer tambahan dan perangkat jaringan lainnya yang saling terhubung menggunakan media tertentu dengan aturan yang sama dan bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Misalnya,

  • Pembagian sumber daya: berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk.
  • Komunikasi: surat elektronik, instant messaging, chatting
  • Akses informasi: web browsing
  • Membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date
  • Sistem penyimpanan data terpusat ataupun terdistribusi yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses

Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Internet merupakan salah satu contoh jaringan nyata di dunia, internet merupakan gabungan dari jaringan – jaringan kecil yang ada di dunia yang bergabung menjadi satu jaringan yang besar di dunia. Selama kita koneksi ke jaringan besar internet kita bisa mengambil manfaat darinya. Beberapa aplikasi yang disediakan oleh internet :

  • Electronic Mail, memungkinkan kita saling berkirim surat dengan teman di suluruh dunia
  • Web, dengan web memungkinkan pengambilan informasi yang kita perlukan yang disharing oleh orang – orang yang ada di dunia;
  • Electronic Conference, memungkinkan melakukan rapat dengan kolega yang ada dimanapun
  • File Transfer, melakukan pengiriman file
  • Remote Komputer, bisa menjalankan komputer dari jarak jauh
  • Database akses, mengakses database dari jarak jauh

Proses bisnis pada warnet pada prinsipnya merupakan proses jual kembali jasa Internet karena memang secara teknologi Internet menggunakan teknologi gotong royong. Dengan adanya kerjasama saling sambung (sambung menyambung) maka jaringan yang besar dapat di bentuk dengan mudah & murah. Biaya akses Internet akan menjadi murah jika di tanggung oleh banyak orang sekaligus.

Sampai saat ini biaya akses Warnet masih sekitar Rp. 2-5000 / jam; teknologi warnet yang di implementasikan di pusat-pusat massa sebetulnya memungkinkan untuk memperoleh akses Internet yang sangat murah sekali. Jadi harga betul-betul bisa di mainkan se rendah-rendahnya untuk konsentrasi massa yang cukup besar.

Sebuah warnet 24 jam yang memasang tarif Rp. 2.000 perjam, warnet tersebut mempunyai 10 komputer yang terhubung ke Internet. Mari kita hitung 10 komputer yang dipakai pelanggan perjam dalam 24 jam sehingga pendapatan kotor warnet adalah Rp. 480.000 dalam satu hari, dan 14,4 juta dalam 1 bulan. Sedangkan biaya warnet waktu melakukan koneksi ke ISP / internet adalah sekitar 800.000 – 3 juta rupiah dalam satu bulan. Jadi terlihat jelas seberapa besar keuntungan sebuah warnet dalam setiap bulannya. (Padahal gak sesederhana itu, huahahaha)

Konsep warnet sebetulnya tidak harus di batasi oleh ruang & dinding warnet, tetapi bisa juga mengembangkan konsep warnet menggunakan teknologi yang ada untuk mengkaitkan tetangga-tetangga, kompleks perkantoran, kompleks perumahan, gedung perkantoran, hotel, kampus network dll. Pada akhirnya bukan mustahil kita mengenal RT/RW-Net, office-net, kecamatan-net, hotel-net, kos-kosan-Net dll .. pada akhirnya akan membingungkan batasan antara ISP, Warnet, jaringan internet dll.

Reference
Garis Besar Model Usaha di Internet, Onno W Purbo
Iwan Setia
Siwi Piranti R
Hero Yudo

Categories: Komputer, Linux
  1. Saturday, 17 November 2007 at 4:47 pm | #1

    untungnya banyak juga ya……

  2. Saturday, 17 November 2007 at 7:52 pm | #2

    mana ada mas warnet yang occupancy 100% spt ituw?
    misal kita punya 20 client @ 24 jam

    ngitung BEP/ROI-nya pake asumsi spt ini:
    dari 20 client itu dalam sehari dipakai 15 client @ 16 jam

  3. Tuesday, 20 November 2007 at 3:36 pm | #3

    Ceritanya mau jadi pengusaha warnet yah!

    kalo dah jadi, ikut nongkrong gratisan boleh gak ya?! hehehehe

  4. Tuesday, 20 November 2007 at 4:15 pm | #4

    Makanya bang, ngitungnya ga semudah itu.
    Dan gak mungkin juga semua client terpakai selama 24 jam.
    Paling paling dari 10 client terpakai rata-rata 8 komputer.
    Waktu rata-rata juga paling cuman 15-18 jam-an.
    Trus piye ngene iki??
    Aduuh … capek deh.

  5. Thursday, 22 November 2007 at 8:10 am | #5

    kalo masalah warnet tanya aja pada ahlinya (*tunjuk-tunjuk siwi*)

  6. Thursday, 22 November 2007 at 10:05 am | #6

    Mau mengikuti jejak Chiw ya Gung .. asiiikkk .. oya, apa abang bisa bergabung di tugu pahlawan, soalnya sekarang abang sudah pindah ke Balikpapan.

  7. Friday, 23 November 2007 at 4:44 pm | #7

    @erander
    Mboh bang.
    coba diliat di ling daftar….
    Ada ketentuan harus domisili di Surabaya ga? atau apalah?

  8. Sunday, 25 November 2007 at 8:05 pm | #8

    internet di rumah ku mencuri hotspot dari warnet sebelah. buwehehehheee…

  9. Tuesday, 27 November 2007 at 4:41 pm | #9

    @Nieznaniez
    astaghfirullah, kok mencuri?? Haram tuh namanya.

  10. Thursday, 19 November 2009 at 4:22 pm | #10

    Mas kalo mo buka warnet kecil2an misal 5 clien apa bisa nutup biayax,,ya.?

    • Thursday, 19 November 2009 at 5:18 pm | #11

      hmmm. Smua pngluarannya dihitung dulu. Dari modal awal sampai pengeluaran operasional. kalo masalah BEP ya tergantung pemasukan tiap bulannya.

  1. No trackbacks yet.